Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-Friendly


Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-Friendly

Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-FriendlyPada awal abad ke-20, Leo Hendrik Baekeland disebut telah menemukan Bakelit yang yaitu plastik sintetis pertama di dunia. Hal ini menjadi salah satu temuan besar bagi kehidupan manusia, meskipun pada perkembangannya juga menjadi permasalahan besar bagi manusia. Seperti dua sisi mata koin.

Barang-barang keperluan manusia sekarang banyak terbuat dari bahan dasar plastik seperti kantung plastik, kelengkapan makan plastik, dan juga alat rumah tangga dari plastik. Namun, satu sisi lainnya plastik memiliki potensi imbas yang buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sifat plastik yang tak akan terurai sampai 1.000 tahun atau pun sekiranya terurai pun partikel-partikelnya akan mencemari tanah. Dan bukan cuma merusak lingkungan saja, bahan-bahan yang terkandung dalam plastik pun membahayakan bagi kesehatan manusia.
Inilah fakta yang sedang kita hadapi dikala ini, berdasarkan data yang ditimbulkan oleh U.S News ada sekitar 35 juta ton sampah dari plastik yang diproduksi tiap tahunnya. Bukankah ini angka yang besar? Maka fakta inilah alasan kuat yang mendukung kebanyakan orang dikala ini mengerjakan kampanye Anti Sedotan Plastik (No Straw Movement). Kenapa sedotan plastik? Sebab berdasarkan data dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Denise Hardesty dan Chris Wilcox, terdapat lebih dari 8 Milyar sedotan bekas terbuat dari plastik yang ditemukan di sepanjang bibir pantai dunia di tiap tahunnya.

Terang bahwa sedotan plastik memberi kontribusi yang sangat besar kepada pencemaran lingkungan. Sehingga gerakan ini menyampaikan ajakan atau himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi atau beralih dari penggunaan sedotan plastik secara berlebihan. Tujuannya yaitu untuk mengurangi pencemaran plastik. Ini yaitu langkah paling simpel sekiranya memandang bahwa banyak sekali barang keperluan manusia yang terbuat dari plastik kecuali sedotan plastik.
Dengan demikian diharapkan akan terbentuk adat istiadat positif dimana manusia yang lebih mencintai lingkungannya. Hakekatnya pun bukanlah hal yang mustahil sekiranya manusia hidup tanpa barang-barang. Sebab alam telah menyediakan banyak sumber energinya untuk dipergunakan seluas-luasanya dan sebaik-pantasnya untuk keberlangsungan hidup manusia. Banyak bahan dasar yang dapat diaplikasikan untuk membuat barang-barang keperluan sehari-hari termasuk sedotan bagus dari kayu, bambu, atau lainnya. 

Berikut yaitu beberapa barang eco-friendly yang dapat diaplikasikan sebagai substitusi barang-barang berbahan dasar plastik :

1.   Sedotan Bambu
Sedotan plastik yaitu barang sekali pakai sehingga sesudah pakai akan dibuang. Hal ini nampak sepele bagi kita, tapi terbukti imbasnya luar biasa. Seperti apa yang diulas Divers Clean Action, terbukti penggunaan sedotan plastik di Indonesia tiap harinya dapat mencapai angka 93.244.847 batang. Bayangkan saja sekiranya sedotan sebanyak ini kemudian dibentangkan atau dirangkai, karenanya panjangnya sekitar 16.784 km. Ukuran ini hmpir sama dengan jarak tempuh Jakarta ke Kota Meksiko, wow Amazing.

Maka kita wajib bersyukur dengan munculnya “Gerakan Tanpa Sedotan” atau “No Straw Movement”. Gerakan ini telah cukup massive, sehingga banyak pihak terlibat atau mencontoh saran atau ajakan dari pesan yang disampaikan No Straw Movement. Termasuk diantaranya yaitu beberapa perusahaan waralaba makanan cepat saji terbesar di Indonesia menentukan untuk tak lagi memakai sedotan plastik di gerai mereka. Malah gerakan ini juga mulai dicontoh oleh para pengusaha masakan.

Namun, bagi Anda pecinta tamasya masakan tak perlu khawatir karena dikala ini sedotan pakai ulang telah kian luas dijual. Salah satunya yaitu sedotan bambu yang mulai isu terhangat. Sedotan yang terbuat dari bambu buluh ini dapat digunaka dalam bentang waktu yang cukup lama yaitu 3-6 bulan. Baiknya lagi sedotan bambu ini dapat diaplikasikan untuk minuman panas maupun dingin tanpa mengubah rasa minuman. Harga sedotan bambu relatif lebih bersahabat daripada sedotan pakai ulang berbahan lainnya seperti sedotan stainless atau sedotan kaca.

2.   Sikat Gigi Bambu
Angka produksi sikat gigi plastik dalam setahun terbilang tinggi, lebih dari 5 milyar sikat gigi. Namun, sedikit dari kita yang menyadari sekiranya sikat gigi plastik ini memiliki potensi bahaya bagi kesehatan kita. Sikat gigi plastik mampu untuk memaparkan bahan kimia membahayakan salah satunya bisphenol A (BPA) yang dapat menyebabkan infertilitas dan pelbagai tipe kanker. Maka, sebagai upaya hidup yang lebih sehat, telah waktunya kita memikirkan untuk memakai sikat gigi kecuali berbahan plastik yaitu sikat gigi bambu. Pegangan sikat gigi ini 100% dari bambu dan bulu sikatnya terbuat dari bahan dasar minyak jarak. Sikat gigi bambu ini dapat diaplikasikan dalam bentang waktu relatif lama seperti halnya sikat gigi plastik.

3.   Alat Makan Serat Gandum
Pemanfaatan serat gandum untuk kelengkapan makan sebenarnya bukanlah hal yang baru lagi. Saat awal masa revolusi industri yang pertama atau antara tahun 1800-an, tangkai rumput gandum atau jerami telah mulai diaplikasikan sebagai alat minum. Namun, karena sifatnya yang mudah rusak, karenanya pemakaiannya kian ditinggalkan dan digantikan dengan alat makan dari plastik sesudah plastik mulai ditemukan. Sekalipun pada alhasil gagasan penggunaan alat makan dari serat gandum ini mulai digaungkan kembali. Tujuannya yaitu untuk menjaga kelestarian bumi kita.

Alat makan serat gandum ini dapat dikatakan cukup kuat dan aman sekiranya dimasukkan ke dalam microwave maupun freezer, non-allergenic, dan gluen cuma-cuma. Ada juga gelas yang dibuat dari serat gandum yang dapat menampung air panas sampai suhu 200⁰ F atau 93⁰ C. Kelebihan lainnya dari penggunaan alat makan dari serat gandum yaitu membuat lingkungan lebih bersih karena dapat terurai dalam wakti 1-6 bulan.   

4.   Botol Air Stainless Steel Atau Botol Kaca
Sesaat cobalah lupakan air mineral kemasan botol. Botol air dari plastik yang dapat didaur ulang pada biasanya mengandung bahan kimia yang membahayakan seperti BPA, phthalate, PVC, atau polikarbonat yang mampu mengabsorpsi kedalam air minum. Sebagian bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga demi menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar, ayo budayakan membawa bekal air minum sendiri. Daerah air minum yang kita pakai tentunya botol air minum yang terbuat dari stainless steel maupun kaca.
Botol Kaca atau Stainless Stell tidk memiliki kandungan bahan kimia yang membahayakan sebagaimana botol plastik. Disamping itu, Botol Stainless Steel atau Botol Kaca ini jua relatif bebas dari jamur dan bakteri. Jadi lebih mana untuk kita pakai sehari-harinya.

5.   Kantung Singkong
Pada akhir tahun 2018 lalu, Indonesia sempat disibukkan dengan info seekor penyu yang tewas mengenaskan di kawasan pantai sekitar Kulon Progo, DIY. Amat mengenaskan karena bangkai binatang ini penuh dengan sampah plastik. Diperkirakan bahwa penyu tersebut mati disebabkan oleh kantung plastik yang ia makan dalam jumlah yang banyak. Meskipun, pada dikala ini beberapa minimarket telah melegalkan kebijakan untuk tak memakai kantong plastik dikala berbelanja di gerai mereka, tak dapat dikesampingkan sekiranya beberapa besar dari kita masih sering kali memakai kantung plastik.

Info pantasnya untuk kita yaitu bahwa dikala ini telah tersedia kantung yang berbahan dasar singkong. Seperti namanya, kantung singkong ini terbuat dari bahan tepung atau ampas singkong serta minyak nabati. Kantung singkong ini dapat terurai cuma dalam bentang waktu 6 bulan saja. Sehingga tak akan mencemari lingkungan sekitar kita. Namun, dari sisi harga memang angkanya sedikit lebih tinggi daripada kantung plastik biasanya. Bagaimanapun juga harga pastinya tak menjadi permasalahan sekiranya tujuannya mulia, untuk kelestarian lingkungan kita, benar?

6.   Plastik Rumput Laut
Selain barang-barang diatas, ada juga rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar barang ramah lingkungan untuk keperluan sehari-hari kita. Selama ini kita cuma memandang rumput laut diolah menjadi menu di industri masakan. Namun, ditangan Evoware, sebuah perusahaan anak bangsa, rumput laut dapat dikreasikan menjadi kemasan plastik. Produk ini tentu lebih ramah lingkungan karena bahan dasarnya yang mudah terurai oleh tanah atau air.
Produk plastik dari rumput laut ini memiliki rasa yang hambar juga tak bau sehingga aman untuk diaplikasikan. Kemasan dari rumput laut ini juga mampu bertahan sampai 2 tahun.

Namun beberapa opsi untuk opsi agar kita dapat lebih menghargai lingkungan sekitar kita. Banyak produk-produk alami yang dapat kita manfaatkan guna mengganti barang-barang berbahan dasar plastik. Memang, dari sisi harga ada yang murah dan ada yang lebih tinggi. Namun, sekiranya tujuannya demi melestarikan bumi, itu pastinya tak menjadi permasalahan bukan?



Mengetahui Fungsi Sedotan Bambu Ramah Lingkungan


Mengetahui Fungsi Sedotan Bambu Ramah Lingkungan

                Mengetahui Fungsi Sedotan Bambu Ramah LingkunganSampah telah menjadi tema lingkungan dan juga pembahasan dunia. Karena, sampah yaitu produk manusia yang setiap harinya selalu diproduksi di bumi ini. Ada sampah organik dan juga nonorganik. Untuk sampah organik jelas saja betul-betul bisa diurai oleh tanah. Sehingga tidak butuh waktu ratusan atau puluhan tahun untuk mengurainya kembali.

                Walaupun sampah non-organik seperi plastik dan sejenisnya akan menjadi pekerjaan yang berat bagi bumi. Butuh ratusan dan malahan jutaan tahun lamanya bagi tanah untuk menghancurkan dan mengurai faktor kimiawi plastik. Jelas hal ini akan mengganggu keadaan lingkungan hidup

Pencemaran Tanah Dan Udara Efek Dari Sampah Plastik
                Tanah dan udara yang tercemar yaitu salah satu bukti dari beratnya beban sampah plastik. Jika dibiarkan tidak akan terurai oleh tanah dan menjadi sesuatu hal yang menyumbat. Banjir yaitu salah satu bukti bahwa banyaknya sampah didarat bisa mempengaruhi tingkat penyerapan air tanah.

                Membakar sampah plastik juga bukan yaitu solusi. Karena adanya asap dan faktor kimiawi plastik ini tadi betul-betul membahayakan. Ucap saja efek rumah kaca atau pemanasan global yaitu salah satu akibat dari pembakaran-pembakaran sampah. Tidak cuma darat, lautan juga telah menjadi habitat bagi sampah-sampah plastik manusia.

                Tidak saja daratan, malahan lautan telah menjadi muara bagi banyaknya sampah plastik di bumi ini. Tidak sedikit binatang lau yang ditemukan terdampar dibibir pantai. Sayangnya, di dalam tubuh mereka banyak ditemukan sampah plastik. Alhasil sebagian binatang pantai terpaksa mati karena hal ini.

                Sampah yang justu banyak ditemukan di lautan yaitu sampah sedotan plastik. Dimana kita akan dengan mudah menemukan sampah jenis ini. Kita tahu bahwa banyak dari kita yang setiap harinya menggunakan sedotan plastik bisa lebih dari dua biji. Dikalikan dengan penduduk bumi ini, seketika berapa ratus juta sedotan plastik yang kita membuang setiap harinya.

                Patut ada langkah riil yang yaitu bagian tidak terpisahkan dari budaya manusia yang berimbang. Yaitu mulai mengurangi penggunaan sampah plastik terutama sedotan ini. Bambu yaitu alternatif bahan baku sedotan yang ramah lingkungan sekalian menyehatkan.

                Kampanye penyelamatan lingkungan patut terus digaungkan. Agar generasi jaman kini ini bisa melek dengan keadaan sekitar. Tidak cuma melek dengan teknologi saja, akan namun sadar akan keberlangsungan hidup patut dijaga dan dipelihara generasi kini. Salah satunya yaitu untuk mengurangi pemanasan global dan juga keseimbangan lingkungan.

                Mulai dari mengurangi penggunaan sampah plastik diganti dengan kain dalam hal ini yaitu tas belanja. Seringkali dalam sehari kita menerima lebih dari tiga tas plastik saat belanja. Kecuali tas plastik yang diganti dengan kain, maka sedotan bambu yaitu langkah riil selanjutnya sebagai bagian dari gaya hidup.

                Penggunaan sedotan bambu sebagai bentuk kesadaran akan kita manusia yang patut menjaga bumi. Sedotan bambu boleh jadi sebagai langkah kecil yang riil yang bisa menjadi gaya hidup generasi saat ini. Kios-toko kopi, angkringan, rumah makan, sampai hotel dan kafe yang patut mulai menggeser sedotan plastik. Karena, mereka ini dalam setiap harinya akan menggunakan ratusan sedotan untuk pelanggan.

jualsedotanbambujakarta, jualsedotanbambujogja, kekurangansedotanbambu, kelebihansedotanbambu, kelemahansedotanbambu, sedotanbambulombok, sedotanbamburamahlingkungan, manfaatsedotanbambu, membuatsedotanbambu, mesinsedotanbambu, membersihkansedotanbambu, pengrajinsedotanbambu, pabriksedotanbambu, produsensedotanbambu, perawatansedotanbambu,
Cara merawat sedotan bambu
Bagaimana Sedotan Bambu Dibuat?
                Membikin sendiri sedotan bambu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sedotan juga berbentuk panjang dan berlubang di dalamnya persis seperti bentuk bambu. Sehingga tinggal merapikan dan membersihkan saja bambu-bambu ini. Bambu yang dipakai yaitu jenis bambu kecil yang umumnya tidak dimanfaatkan. Kecuali sebagai pengganti kayu bakar di desa-desa.

                Melainkan, seandainya rupanya membikin sedotan bambu ini dirasa menyulitkan, kita bisa membelinya di Haimuna bamboo. Kios penyedia sedotan bambu ini menyediakan sedotan bambu dengan beragam kemasan. Disesuaikan untuk keperluan personal ataupun komersial. Sedotan bambu patut menjadi kabar masa kini yang patut dipebincangkan. Semacam kampanye massal atau ajakan massif supaya banyak orang beralih dari plastik ke bambu.

                Agar tidak penasaran, berikut ini Haimuna bamboo akan memberikan sebagian langkah membikin sedotan bambu. Checkitout...

Langkah 1: Batang bambu kami dipanen saat menempuh ketinggian sekitar 3 meter.

Langkah 2: Batang bambu kemudian dijemur selama 30 hari sampai mengeras menjadi bahan seperti kayu.

Langkah 3: Batang bambu kemudian dipotong sesuai ukuran yang diinginkan, sebelum diampelas dan dibersihkan dengan tangan.

Langkah 4: Langkah terakhir yaitu merendam sedotan bambu dalam cuka, sebelum membersihkannya untuk yang terakhir kalinya dan mengoleskan pernis ke minyak kelapa.

Sedotan Bambu Bernilai Ekonomis Dan Ekologis
Sedotan bambu yaitu satu-satunya sedotan yang bisa dipakai kembali dan dicuci sampai saat ini. Tidak seperti sedotan plastik sekali gunakan, ini dipakai kembali hari demi hari dan tidak dibuang dengan sendirinya. Penggunaan natural anti bakteri, bambu yaitu tanaman yang bendung dan ringan, karakteristik ideal dari jerami ekologis.

                Penggunaan sedotan bambu berulang sampai ratusan kali ini jelas saja memberikan akibat ekonomis. Penghematan tentunya dibandingi dengan membeli sedotan bambu untuk satu kali penggunaan. Walaupun nilai ekologis yaitu karena benar-benar bisa terurai oleh tanah dan lingkungan. Sehingga tidak menyebabkan kerusakan tanah bumi karena susahnya terurai seperti plastik.
Sedotan bambu yang bisa dipakai kembali mudah dicuci setelah dipakai. Ada sebagian metode untuk mencuci atau merawatnya. Yang pertama yaitu memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring seperti untuk kelengkapan makan Anda. Agar kedua untuk membersihkannya dengan mencuci tangan, pertama di dalam dengan sikat pembersih, kemudian dengan spons untuk membersihkan bagian luar dan ujungnya.

Sedotan bambu ini bendung air dan beragam kuliner. Untuk mendisinfeksi sedotan bambu natural, dianjurkan untuk merendamnya kadang-kadang, sebulan sekali untuk penggunaan rutin, dalam bak air mendidih selama 10 menit. Agar bakteri dan bakteri dari sisa minuman tidak tertinggal di dalamnya.

Berapa Lama Awetnya Sedotan Bambu Ini?
Setelah dibersihkan, ingatlah untuk mengizinkan sedotan bambu ini mengering di tempat yang kering dan berventilasi. Sedotan bambu terbuat dari 100% bahan organik dan secara natural bendung kepada jamur. Masih penting untuk mengeringkannya dengan benar. Setelah kering, sedotan bambu bisa disimpan di laci atau didekorasi di dapur Anda. Simpan di tempat yang sejuk dan jangan lembab supaya tidak berjamur.

Keawetan sedotan bambu yang bisa dicuci dan dipakai kembali akan tergantung pada seberapa sering dipakai. Ini bisa bervariasi dari sebagian bulan sampai sebagian tahun.  dipakai sebagian kali sehari dan setiap hari, di bar atau kafe contohnya, frekuensi mencuci akan menyebabkan penurunan logis dalam kehidupannya. Diperkirakan bahwa sebuah kafe bar patut mengganti sedotan bambu dua atau tiga kali setahun. Di rumah, seandainya sedotan dipakai lebih ideal waktu dan disimpan di tempat kering, itu bisa bertahan sebagian tahun. Jangan lupa pesan bamboonya di @haimuna_souvenir....


Manfaat Sedotan Bambu Dan Cara Merawatnya

Manfaat Sedotan Bambu Dan Cara Merawatnya


                Manfaat Sedotan Bambu Dan Cara MerawatnyaSedotan bambu ialah satu-satunya sedotan yang dapat digunakan kembali dan dicuci sampai ketika ini. Tak seperti sedotan plastik sekali gunakan yang sifatnya sementara. Sedotan ini dapat digunakan kembali hari demi hari dan tak dibuang sendiri. Secara alami anti bakteri, bambu ialah tanaman tahan dan ringan, karakteristik ideal yang tak mencemari lingkungan. Beda dengan sedotan plastik yang bersifat sekali gunakan dan tak mudah terurai secara ekologis.

                Sedotan bambu ialah solusi untuk masa depan. Supaya lingkungan tetap asri dan sampah plastik dari sedotan tak mengotori lingkungan. Sedotan bambu ialah produk alam yang 100% alami. Sehingga tak membahayakan bagi kesehatan. Baik untuk digunakan minum dalam keadaaan dingin maupun panas. Kecuali itu sedotan bambu juga ekonomis karena hemat dan dapat digunakan berulang. Manfaat lainnya ialah sedotan bambu ekologis ialah tak merusak lingkungan. Sebab mudah terurai dan sifatnya tak merusak bumi.

Kenapa Semestinya Mengganti Sedotan Plastik Dengan Bambu?
                Dikala ini tidaklah jarang dan heran ketika kita sering kali menemukan sampah plastik mencemari laut. Sehinggaa ada beberapa ikan yang terpaksa mati karena ia menelan sampah plastik. Malahan ada burung dan ikan yang menelan sedotan plastik di dalamnya. Sungguh miris dan kasihan melihat fakta ini. Betapa plastik telah mencemari lingkungan sampai ke habitat burung dan ikan. Sedotan bambu lah sebagai langkah kecil yang bermakna untuk mulai mengurangi sampah plastik. Terutama sampah sedotan yang cukup dengan mudah dapat ditemukan dimana-mana. Bambu ialah pilihan yang aman dan alami yang tak membahayakan kehidupan laut dan tak mencemari lingkungan.
                 Setiap harinya, ada sekitar 1 Milyar sedotan bambu yang digunakan oleh penduduk bumi. Kesemuanya berharap tak berharap menjadi beban bagi bumi untuk mengurainya. Sedangkan produk kimiawi dari plastik memang butuh ratusan tahun untuk diurai. Hasilnya, beberapa sampah anorganik ini tadi sepatutnya terpaksa mengganggu habitat makhluk hidup. Sampah yang menggunung, pun sampai ke lautan sehingga terpaksa tertelan oleh ikan-ikan di laut.

                Ekosistem laut terganggu dan pun dapat menyebabkan beberapa binatang laut terdampar ke pantai. Setelah diselidiki tak sedikit dari mereka yang menelan sampah bekas permen, sampah dari makanan instan, dan pun dari sedotan plastik. Situasi ini sekiranya dibiarkan terus menerus akan berimbas buruk. Dimana dampak alhasil akan mengenai manusia itu sendiri. Dan hal inilah kita sepatutnya mulai berfikir untuk mengerjakan langkah kecil yang berefek besar. Salah satunya mengganti sedotan plastik di rumah dengan sedotan bambu. Sebab sedotan bambu memiliki beberapa manfaat seperti di bawah ini :

1.   Tak Mencemari Lingkungan
                Plastik tetap ada di planet kita seumur hidup. Bila Anda menerapkan sedotan plastik sehari selama sepuluh tahun, anda akan membuang 3.650 keping plastik ke daerah pembuangan sampah. Kebanyakan sedotan plastik tak dapat didaur ulang dan berakhir di daerah pembuangan sampah. Malahan lebih buruk lagi, di laut. Sedotan plastik membahayakan bagi kehidupan laut dan telah menjadi salah satu dari 5 sampah teratas yang ditemukan dalam operasi pembersihan pantai di segala dunia.

                Sedotan bambu ialah pilihan yang dapat terurai dan dapat digunakan kembali substitusi sedotan plastik. Mengubah sedotan bambu dapat menjadi langkah pertama Anda untuk lebih menghargai planet ini!

2.   Berdampak Baik Terhadap Kesehatan
                Sedotan plastik dapat melepaskan bahan kimia membahayakan ke dalam tubuh kita. Seperti BPA yang familiar pengganggu endokrin yang dapat menyebabkan keadaan sulit kesehatan seperti obesitas, pubertas dini, dan pun kanker. Polypropylene kimia, ketika menginfiltrasi darah dan mengganggu kadar estrogen kita.

                Dalam sedotan plastik terdapat racun kimia lain yang terkandung di dalamnya. Racun ini sungguh-sungguh rentan terhadap kontaminasi minuman panas karena plastik panas melepaskan lebih banyak bahan kimia ke dalam minuman Anda. Kecuali itu, menerapkan kembali sedotan plastik tak aman dan dapat menyebabkan penumpukan bakteri dan bakteri membahayakan.

                Sedotan bambu semuanya 100% alami, tanpa bahan kimia, dapat dicuci dan digunakan kembali.  Sedotan bambu dapat digunakan dengan aman dalam minuman panas dan dingin. Katalisator yang baik ialah sedotan bambu. Sebab sedotan ini tak akan memiliki respons kimia tertentu ketika dihadapkan dengan minuman panas.

3.   Menjadi Salah Satu Solusi Save Planet
                Dari perspektif lingkungan, bambu ialah sumber energi alam yang luar umum. Diperbaharui dengan sungguh-sungguh kencang dan tak membutuhkan pestisida atau pupuk. Pertumbuhan organik sungguh-sungguh fenomenal dan setiap bambu dapat mencapai lebih dari 30 cm dalam satu hari. Sedotan bambu akan mulai terwujud langsung sesudah kita  memutuskan untuk siap kembali ke alam. Sedotan plastik, di sisi lain, dapat memakan waktu ribuan tahun untuk terurai menjadi potongan-potongan kecil dan tak akan pernah hilang sama sekali.

                Kita dapat menjadi bagian penyelematan bumi dengan menerapkan sedotan bambu ini. Bila sepuluh satu saja penduduk bumi ini telah menerapkan sedotan bambu, akan ada dampak besar pada lingkungan. Keseimbangan alam lebih terjaga, karena plastik tak akan mengganggu habitat makhluk darat, laut dan udara. Kita dapat menjadi bagian dari penyelamatan bumi atau save planet.
                Sedotan bambu yang memiliki banyak manfaat tadi sungguh-sungguh mudah dibuat. Malahan sekiranya tersedia bahan dan alatnya, kita dapat membuatnya sendiri di rumah. Dikala ini juga tak sulit untuk menemukan kios penjual sedotan bambu. Salah satunya ialah Haimuna Bamboo yang berpusat pada penjualan sedotan bambu ke perorangan maupun lembaga. Sebagai salah satu solusi bagi penyelematan lingkungan. Kecuali itu, sedotan bambu ialah sebuah produk ramah lingkungan yang solutif dan ekonomis. Berikut ini metode membuat sedotan bambu untuk substitusi sedotan plastik. Ada 4 Langkah yang dapat dikerjakan, antara lain: 

Langkah  1: Batang bambu  dipanen ketika mencapai ketinggian sekitar 3 meter.

Langkah 2: Batang bambu kemudian dikeringkan di bawah cahaya sang surya selama 30 hari. Hingga mengeras menjadi bahan-bahan seperti kayu.

Langkah 3: Batang bambu kemudian dipotong layak ukuran yang diinginkan, sebelum diampelas dan dibersihkan dengan tangan.

Langkah 4: Langkah terakhir ialah merendam batang bambu dalam cuka, sebelum membersihkannya untuk terakhir kalinya dan mengoleskan pernis  minyak kelapa.
                Sedotan bambu yang digunakan kembali mudah dicuci sesudah digunakan. Ada beberapa metode mencucinya untuk dapat digunakan. Yang pertama ialah memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring seperti untuk kelengkapan makan Anda. Sistem kedua ialah dengan tangan langsung. Pertama-tama bersihkan area di dalamnya dengan sikat pembersih. Kemudian gunakan spons untuk membersihkan bagian luar dan ujung-ujungnya. Sedotan bambu ini tahan air dan memiliki berjenis-jenis jenis. Untuk mendisinfeksi sedotan bambu alami, direkomendasikan untuk merendamnya kadang-kadang. Yaitu sebulan sekali untuk penerapan rutin, dalam bak berisi air mendidih selama 10 menit.

Bagaimana Sistem Merawat Sedotan Bambu Anda?
                Setelah dibersihkan, ingatlah untuk mengizinkan sedotan bambu di daerah yang kering dan berventilasi. Sedotan bambu terbuat dari bahan organik 100% dan secara alami tahan terhadap jamur. Amat penting untuk mengeringkannya dengan benar. Setelah kering, sedotan bambu dapat disimpan di laci atau didekorasi di dapur Anda. Inilah metode merawat sedotan bambu paling murah dan simpel. Sebab sedotan bambu yang baik perawatannya, dapat bertahan sungguh-sungguh lama. Sedotan bambu yang terawat dapat digunkan sampai ratusan kali. Berikut ini  8 Langkah perawatan sedotan bambu yang ideal :
1.   Bilas langsung sesudah digunakan untuk menghindari  segala sesuatu masuk ke sedotan bambu.
2.   Gunakan sikat pembersih atau sejenisnya untuk menghilangkan pasir.
3.   Cuci tangan dengan air sabun hangat.
4.   Sedotan bambu dapat digunakan dalam mesin pencuci piring komersial atau mencucinya dengan tangan.
5.   Jangan biarkan sedotan terlalu lama. Lantas keringkan sesudah dicuci.
6.   Oles sedotan bambu dengan minyak kelapa setiap 10 kali penerapan atau lebih.
7.   Pilihan perawatan lain yang efektif ialah kadang-kadang merendamnya dalam cuka agar sedotan selalu dalam kondisi optimal.
8.   Simpan di rak atau daerah penyimpanan yang ideal dan tak lembab.

Itu segala ialah manfaat dari sedotan bambu yang berimbas baik terhadap kesehatan dan lingkungan. Sedotan bambu menjadi salah satu solusi untuk pengurangan sampah plastik di bumi ini. Banyak manfaat yang dapat diceritakan dari penerapan sedotan bambu. Kecuali itu masih banyak segudang manfaat lainnya dan alasan mengapa sepatutnya beralih ke sedotan bambu. Untuk perawatannya juga sungguh-sungguh mudah dan murah. Ada setidaknya 8 langkah perawatan yang dapat kita lakukan dirumah dengan mudah. Jadi..saatnya ganti sedotan plastikmu dengan sedotan bambu. Pilih produk sedotan bambu yang bermutu baik cuma di Haimuna Bamboo.

Jual Sedotan Bambu Murah & Berkualitas
Diberdayakan oleh Blogger.