Home » » Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-Friendly

Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-Friendly


Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-Friendly

Sedotan Bambu, Rujukan Pengganti Sedotan Plastik yang Eco-FriendlyPada awal abad ke-20, Leo Hendrik Baekeland disebut telah menemukan Bakelit yang yaitu plastik sintetis pertama di dunia. Hal ini menjadi salah satu temuan besar bagi kehidupan manusia, meskipun pada perkembangannya juga menjadi permasalahan besar bagi manusia. Seperti dua sisi mata koin.

Barang-barang keperluan manusia sekarang banyak terbuat dari bahan dasar plastik seperti kantung plastik, kelengkapan makan plastik, dan juga alat rumah tangga dari plastik. Namun, satu sisi lainnya plastik memiliki potensi imbas yang buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sifat plastik yang tak akan terurai sampai 1.000 tahun atau pun sekiranya terurai pun partikel-partikelnya akan mencemari tanah. Dan bukan cuma merusak lingkungan saja, bahan-bahan yang terkandung dalam plastik pun membahayakan bagi kesehatan manusia.
Inilah fakta yang sedang kita hadapi dikala ini, berdasarkan data yang ditimbulkan oleh U.S News ada sekitar 35 juta ton sampah dari plastik yang diproduksi tiap tahunnya. Bukankah ini angka yang besar? Maka fakta inilah alasan kuat yang mendukung kebanyakan orang dikala ini mengerjakan kampanye Anti Sedotan Plastik (No Straw Movement). Kenapa sedotan plastik? Sebab berdasarkan data dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Denise Hardesty dan Chris Wilcox, terdapat lebih dari 8 Milyar sedotan bekas terbuat dari plastik yang ditemukan di sepanjang bibir pantai dunia di tiap tahunnya.

Terang bahwa sedotan plastik memberi kontribusi yang sangat besar kepada pencemaran lingkungan. Sehingga gerakan ini menyampaikan ajakan atau himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi atau beralih dari penggunaan sedotan plastik secara berlebihan. Tujuannya yaitu untuk mengurangi pencemaran plastik. Ini yaitu langkah paling simpel sekiranya memandang bahwa banyak sekali barang keperluan manusia yang terbuat dari plastik kecuali sedotan plastik.
Dengan demikian diharapkan akan terbentuk adat istiadat positif dimana manusia yang lebih mencintai lingkungannya. Hakekatnya pun bukanlah hal yang mustahil sekiranya manusia hidup tanpa barang-barang. Sebab alam telah menyediakan banyak sumber energinya untuk dipergunakan seluas-luasanya dan sebaik-pantasnya untuk keberlangsungan hidup manusia. Banyak bahan dasar yang dapat diaplikasikan untuk membuat barang-barang keperluan sehari-hari termasuk sedotan bagus dari kayu, bambu, atau lainnya. 

Berikut yaitu beberapa barang eco-friendly yang dapat diaplikasikan sebagai substitusi barang-barang berbahan dasar plastik :

1.   Sedotan Bambu
Sedotan plastik yaitu barang sekali pakai sehingga sesudah pakai akan dibuang. Hal ini nampak sepele bagi kita, tapi terbukti imbasnya luar biasa. Seperti apa yang diulas Divers Clean Action, terbukti penggunaan sedotan plastik di Indonesia tiap harinya dapat mencapai angka 93.244.847 batang. Bayangkan saja sekiranya sedotan sebanyak ini kemudian dibentangkan atau dirangkai, karenanya panjangnya sekitar 16.784 km. Ukuran ini hmpir sama dengan jarak tempuh Jakarta ke Kota Meksiko, wow Amazing.

Maka kita wajib bersyukur dengan munculnya “Gerakan Tanpa Sedotan” atau “No Straw Movement”. Gerakan ini telah cukup massive, sehingga banyak pihak terlibat atau mencontoh saran atau ajakan dari pesan yang disampaikan No Straw Movement. Termasuk diantaranya yaitu beberapa perusahaan waralaba makanan cepat saji terbesar di Indonesia menentukan untuk tak lagi memakai sedotan plastik di gerai mereka. Malah gerakan ini juga mulai dicontoh oleh para pengusaha masakan.

Namun, bagi Anda pecinta tamasya masakan tak perlu khawatir karena dikala ini sedotan pakai ulang telah kian luas dijual. Salah satunya yaitu sedotan bambu yang mulai isu terhangat. Sedotan yang terbuat dari bambu buluh ini dapat digunaka dalam bentang waktu yang cukup lama yaitu 3-6 bulan. Baiknya lagi sedotan bambu ini dapat diaplikasikan untuk minuman panas maupun dingin tanpa mengubah rasa minuman. Harga sedotan bambu relatif lebih bersahabat daripada sedotan pakai ulang berbahan lainnya seperti sedotan stainless atau sedotan kaca.

2.   Sikat Gigi Bambu
Angka produksi sikat gigi plastik dalam setahun terbilang tinggi, lebih dari 5 milyar sikat gigi. Namun, sedikit dari kita yang menyadari sekiranya sikat gigi plastik ini memiliki potensi bahaya bagi kesehatan kita. Sikat gigi plastik mampu untuk memaparkan bahan kimia membahayakan salah satunya bisphenol A (BPA) yang dapat menyebabkan infertilitas dan pelbagai tipe kanker. Maka, sebagai upaya hidup yang lebih sehat, telah waktunya kita memikirkan untuk memakai sikat gigi kecuali berbahan plastik yaitu sikat gigi bambu. Pegangan sikat gigi ini 100% dari bambu dan bulu sikatnya terbuat dari bahan dasar minyak jarak. Sikat gigi bambu ini dapat diaplikasikan dalam bentang waktu relatif lama seperti halnya sikat gigi plastik.

3.   Alat Makan Serat Gandum
Pemanfaatan serat gandum untuk kelengkapan makan sebenarnya bukanlah hal yang baru lagi. Saat awal masa revolusi industri yang pertama atau antara tahun 1800-an, tangkai rumput gandum atau jerami telah mulai diaplikasikan sebagai alat minum. Namun, karena sifatnya yang mudah rusak, karenanya pemakaiannya kian ditinggalkan dan digantikan dengan alat makan dari plastik sesudah plastik mulai ditemukan. Sekalipun pada alhasil gagasan penggunaan alat makan dari serat gandum ini mulai digaungkan kembali. Tujuannya yaitu untuk menjaga kelestarian bumi kita.

Alat makan serat gandum ini dapat dikatakan cukup kuat dan aman sekiranya dimasukkan ke dalam microwave maupun freezer, non-allergenic, dan gluen cuma-cuma. Ada juga gelas yang dibuat dari serat gandum yang dapat menampung air panas sampai suhu 200⁰ F atau 93⁰ C. Kelebihan lainnya dari penggunaan alat makan dari serat gandum yaitu membuat lingkungan lebih bersih karena dapat terurai dalam wakti 1-6 bulan.   

4.   Botol Air Stainless Steel Atau Botol Kaca
Sesaat cobalah lupakan air mineral kemasan botol. Botol air dari plastik yang dapat didaur ulang pada biasanya mengandung bahan kimia yang membahayakan seperti BPA, phthalate, PVC, atau polikarbonat yang mampu mengabsorpsi kedalam air minum. Sebagian bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga demi menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar, ayo budayakan membawa bekal air minum sendiri. Daerah air minum yang kita pakai tentunya botol air minum yang terbuat dari stainless steel maupun kaca.
Botol Kaca atau Stainless Stell tidk memiliki kandungan bahan kimia yang membahayakan sebagaimana botol plastik. Disamping itu, Botol Stainless Steel atau Botol Kaca ini jua relatif bebas dari jamur dan bakteri. Jadi lebih mana untuk kita pakai sehari-harinya.

5.   Kantung Singkong
Pada akhir tahun 2018 lalu, Indonesia sempat disibukkan dengan info seekor penyu yang tewas mengenaskan di kawasan pantai sekitar Kulon Progo, DIY. Amat mengenaskan karena bangkai binatang ini penuh dengan sampah plastik. Diperkirakan bahwa penyu tersebut mati disebabkan oleh kantung plastik yang ia makan dalam jumlah yang banyak. Meskipun, pada dikala ini beberapa minimarket telah melegalkan kebijakan untuk tak memakai kantong plastik dikala berbelanja di gerai mereka, tak dapat dikesampingkan sekiranya beberapa besar dari kita masih sering kali memakai kantung plastik.

Info pantasnya untuk kita yaitu bahwa dikala ini telah tersedia kantung yang berbahan dasar singkong. Seperti namanya, kantung singkong ini terbuat dari bahan tepung atau ampas singkong serta minyak nabati. Kantung singkong ini dapat terurai cuma dalam bentang waktu 6 bulan saja. Sehingga tak akan mencemari lingkungan sekitar kita. Namun, dari sisi harga memang angkanya sedikit lebih tinggi daripada kantung plastik biasanya. Bagaimanapun juga harga pastinya tak menjadi permasalahan sekiranya tujuannya mulia, untuk kelestarian lingkungan kita, benar?

6.   Plastik Rumput Laut
Selain barang-barang diatas, ada juga rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar barang ramah lingkungan untuk keperluan sehari-hari kita. Selama ini kita cuma memandang rumput laut diolah menjadi menu di industri masakan. Namun, ditangan Evoware, sebuah perusahaan anak bangsa, rumput laut dapat dikreasikan menjadi kemasan plastik. Produk ini tentu lebih ramah lingkungan karena bahan dasarnya yang mudah terurai oleh tanah atau air.
Produk plastik dari rumput laut ini memiliki rasa yang hambar juga tak bau sehingga aman untuk diaplikasikan. Kemasan dari rumput laut ini juga mampu bertahan sampai 2 tahun.

Namun beberapa opsi untuk opsi agar kita dapat lebih menghargai lingkungan sekitar kita. Banyak produk-produk alami yang dapat kita manfaatkan guna mengganti barang-barang berbahan dasar plastik. Memang, dari sisi harga ada yang murah dan ada yang lebih tinggi. Namun, sekiranya tujuannya demi melestarikan bumi, itu pastinya tak menjadi permasalahan bukan?



Jual Sedotan Bambu Murah & Berkualitas
Diberdayakan oleh Blogger.